Advertisement
Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Dalam kehidupan sehari-hari adakalanya kita sering
mengungkapkan suatu cerita di masa lalu, baik yang dianggap
penting maupun dianggap berkesan. Hal tersebut merupakan hal
kecil dari sebuah sejarah. Sejarah memang bukanlah hal yang baru
bagi kita namun merupakan suatu hal sering didengar dan
diucapkan baik disadari maupun tidak. Namun demikian, ada
banyak hal yang belum diketahui dan dimengerti tentang sejarah
sebagai ilmu, dalam benak kita pasti akan terlintas sebuah
pertanyaan ”Apakah sejarah itu?” Pertanyaan ini tampak
sederhana, cenderung mudah, walaupun kita belum tentu
memahami intisari dari pertanyaan itu karena pada hakikatnya
pertanyaan tersebut akan mengandung makna yang dalam dan
luas. Pasti sebagian besar kalian membayangkan peristiwaperistiwa masa lalu, yang sudah terjadi masa lampau. Mungkin
pula kalian akan menganggapnya kuno atau ketinggalan zaman
mengungkapkan suatu cerita di masa lalu, baik yang dianggap
penting maupun dianggap berkesan. Hal tersebut merupakan hal
kecil dari sebuah sejarah. Sejarah memang bukanlah hal yang baru
bagi kita namun merupakan suatu hal sering didengar dan
diucapkan baik disadari maupun tidak. Namun demikian, ada
banyak hal yang belum diketahui dan dimengerti tentang sejarah
sebagai ilmu, dalam benak kita pasti akan terlintas sebuah
pertanyaan ”Apakah sejarah itu?” Pertanyaan ini tampak
sederhana, cenderung mudah, walaupun kita belum tentu
memahami intisari dari pertanyaan itu karena pada hakikatnya
pertanyaan tersebut akan mengandung makna yang dalam dan
luas. Pasti sebagian besar kalian membayangkan peristiwaperistiwa masa lalu, yang sudah terjadi masa lampau. Mungkin
pula kalian akan menganggapnya kuno atau ketinggalan zaman
Memang benar, sejarah pasti membicarakan kejadiankejadian di masa lalu. Ia tidak membicarakan masa sekarang, yang
sedang berlangsung, juga tidak mungkin membincangkan masa
yang belum terjadi atau masa depan. Benar pula sejarah selalu
berurusan dengan masa-masa kuno dan klasik serta zaman yang
telah tertinggal. Namun, dengan membaca dan mempelajari
sejarah tidak membuat kita menjadi ketinggalan zaman.
Bukankah setiap orang, termasuk kalian, sendiri memiliki sejarah
sendiri? Begitu pula dengan orang tuamu, kakek-nenekmu,
temanmu, tetanggamu, gurumu, desa dan kota tempat tinggalmu,
dan negara kita pun memiliki perkembangan sejarah sendiri yang
berbeda dengan negara lain, meski yang terdekat sekalipun.
Justru dengan membaca sejarah, kita akan mampu menyikapi
perubahan-perubahan yang terjadi di dunia. Melalui ilmu sejarah,
manusia bukannya harus terus mengenang kejadian-kejadian
tempo lalu dan merindukannya, melainkan harus mampu belajar
dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan manusia-manusia
zaman dulu agar hidup lebih baik.
Pada bab ini kalian akan mempelajari definisi serta ruang
lingkup sejarah. Kita akan belajar mengenai pengertian
periodesasi, kronik, kronologi, dan historiografi. Dengan begitu,
kita dapat mengambil arti serta manfaat di balik setiap peristiwa
sejarah yang telah berlangsung.
A. PENGERTIAN SEJARAH
1. Batasan Sejarah
Sejak duduk di Sekolah Dasar kita telah sering mendengar istilah
“sejarah”. Kita pun pasti telah maklum bahwa sejarah itu berkaitan
dengan masa lalu. Namun, bila kita bertanya apa batasan atau
definisi sejarah, pasti kita tak langsung dapat menjawabnya secara
lugas dan tepat. Kita membutuhkan waktu untuk menjawabnya,
dan masing-masing akan mengemukakan batasan yang berbeda,
bergantung dari sudut mana ia memandang sejarah itu.
Sebelum menginjak pada definisi para ahli, mari kita lihat
arti sejarah dari segi etimologis, dari akar katanya sendiri. Kata
“sejarah” berasal dari bahasa Arab yaitu syajaratun, yang berarti
“pohon”. Pohon di sini melukiskan pertumbuhan yang terus
menerus dari tanah (bumi) ke udara, dengan berbagai macam
organnya, yaitu akar, batang, cabang, daun, bunga (kembang),
serta buahnya. Bagian dari pohon menunjukkan adanya aspekaspek kehidupan yang satu sama lain saling berhubungan. Jika
dikaitkan dengan sejarah dapat disimpulkan bahwa manusia itu
hidup, terus bergerak dan tumbuh seiring perjalanan waktu dan
tempat manusia berada. Lebih luas dari itu, sejarah memang harus
dinamis, harus tumbuh dan hidup, berkembang dan bergerak
terus serta akan berjalan terus tiada henti sepanjang masa dan
memiliki dinamika yang menarik dari kehidupan manusia.
Ada sejumlah kata bahasa Arab yang mempunyai arti hampir
sama dengan kata “sejarah”, misalnya kata “silsilah” menunjukkan
pada keluarga atau nenek moyang, kata “riwayat” atau “hikayat”
dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, kata “kisah”
yang sifatnya sangat umum menunjukkan pada masa lampau,
justru yang lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang
benar-benar terjadi pada masa lampau adalah sejarah.
Sedangkan kata tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah
Islam, seperti tarikh nabi. Dalam bahasa-bahasa Nusantara ada
beberapa kata yang mengandung arti sejarah seperti “babad”
(bahasa Jawa), “tambo” (Minangkabau), “Tutui Teteek” (bahasa
Roti), Pustaka, Cerita, dan lain-lain.
Agar kita mendapat cakrawala berpikir yang lebih luas tentu
kita harus membandingkan dengan terjemahan yang berasal dari
bahasa lainnya. Sebagai contoh sejarah dalam bahasa Belanda ialah
“geschiedenis” (dari kata geschieden artinya terjadi), dalam bahasa
Inggris ialah history (berasal dari bahasa Yunani historia; apa yang
diketahui karena penyelidikan), jadi pengertian secara lebih spesifik
adalah segala macam peristiwa yang terjadi dalam masyarakat
manusia. Namun, pembatasan ini pun masih terasa luas sekali
meliputi seluruh kehidupan manusia. Sejumlah kata lainnya dari
bahasa-bahasa Eropa menunjukkan berbagai arti history), seperti
kronika (cronicle), keturunan (genealogy), tarikh, bahkan dalam bahasa
Indonesia juga dipakai kata historia sebagai padanan kata sejarah.
Para ahli sejarah (disebut juga Sejarawan) pun masih berbeda
pendapat mengenai definisi tadi. Namun, perbedaan di antara
mereka tak mencolok, tidak kontras satu sama lain. Ada benang
merah yang menghubungkan pendapat-pendapat mereka satu
sama lain. Berikut ini beberapa definisi sejarah menurut para ahli,
antara lain:
(a) Edward Hallet Carr: Sejarah adalah suatu proses interaksi
serba-terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada
padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa
sekarang dengan masa silam.
(b) Robert V. Daniels: Sejarah ialah kenangan pengalaman umat
manusia.
(c) J. Bank: Semua peristiwa masa lampau adalah sejarah
(sejarah sebagai kenyataan); sejarah dapat membantu
manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang
lampau, masa sekarang, dan masa akan datang.
(d) Taufik Abdullah: Sejarah harus diartikan sebagai tindakan
manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang
dilakukan di tempat tertentu.
(e) Muhammad Yamin: Sejarah ialah ilmu pengetahuan umum
yang berhubungan dengan cerita bertarikh, sebagai hasil
penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia
pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain.
(f) Mohammad Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah
menyatakan sejarah, yaitu:
(1) Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa
dalam kenyataan di sekitar kita.
(2) Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
(3) Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan
kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekita kita.
(g) W.J.S. Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia mengungkapkan sejarah, yaitu:
(1) Silsilah atau asal-usul.
(2) Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada
masa lampau.
(3) Ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian
atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
Dari penelusuran pengertian-pengertian di atas, dapat
disimpulkan bahwa sejarah dipergunakan, sebagai perkataan
sehari-hari dan sebagai ilmu pengetahuan. Jadi, bila kita
rumuskan kembali pengertian sejarah yang disaring dari
pengertian tadi maka sejarah, adalah ilmuyang mengkaji peristiwa
atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada
waktu yang lampau.
2. Ciri-Ciri Utama Sejarah
Mempelajari sejarah berarti membiasakan diri untuk berpikir
secara historis dan kritis. Cara berpikir sejarah berbeda dengan
cara berpikir ilmu pengetahuan alam yang saintis. Berpikir secara
historis tentu akan terus berhubungan dengan masa lampau,
sedangkan dalam berpikir saintis kita tak dituntut untuk
menengok masa lalu.
Kita bisa menulis, misalnya, sejarah hidup (biografi) Blaise
Pascal dalam sebuah buku. Dalam buku itu kita membahas
mengenai masa kecil Pascal, masa sekolah, kuliah, hingga ia
menemukan rumus fisikanya yang terkenal. Kita pun bisa
menghubungkan kehidupan pribadinya dengan keadaan zaman
yang dihadapinya, yaitu zaman pencerahan Eropa. Namun, kita
tak membahas masalah rumus dan praktik laboratoriumnya secara
detail. Pembahasan detail tentang teori-teori dan hukum-hukum
Pascal tentu akan dibahas pada ilmu sains (fisika), tidak dalam
ilmu sejarah.
Berikut ini adalah ciri-ciri umum dalam dunia sejarah, yaitu
bahwa:
(a) Peristiwa sejarah itu abadi, tetap dikenang oleh generasi
selanjutnya; misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan
Republik Indonesia.
Peristiwa sejarah itu unik, hanya terjadi satu kali seumur
hidup, tak pernah terulang secara persis untuk kedua kalinya;
Oleh karena itulah tidak akan pernah ada peristiwa sejarah
yang berulang. Setiap peristiwa akan berbeda dengan
peristiwa sebelumnya, mungkin saja peristiwanya sama tetapi
pelaku, waktu, dan tempatnya akan berbeda
(c) Peristiwa sejarah itu penting karena memiliki arti dan makna
terhadap kehidupan khalayak ramai dan memiliki pengaruh
besar dalam perjalanan manusia yang menjalaninya, misalnya
peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, walaupun
berlangsung singkat, namun dianggap sebagai peristiwa
bersejarah karena pengaruhnya yang besar terhadap
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“sejarah”. Kita pun pasti telah maklum bahwa sejarah itu berkaitan
dengan masa lalu. Namun, bila kita bertanya apa batasan atau
definisi sejarah, pasti kita tak langsung dapat menjawabnya secara
lugas dan tepat. Kita membutuhkan waktu untuk menjawabnya,
dan masing-masing akan mengemukakan batasan yang berbeda,
bergantung dari sudut mana ia memandang sejarah itu.
Sebelum menginjak pada definisi para ahli, mari kita lihat
arti sejarah dari segi etimologis, dari akar katanya sendiri. Kata
“sejarah” berasal dari bahasa Arab yaitu syajaratun, yang berarti
“pohon”. Pohon di sini melukiskan pertumbuhan yang terus
menerus dari tanah (bumi) ke udara, dengan berbagai macam
organnya, yaitu akar, batang, cabang, daun, bunga (kembang),
serta buahnya. Bagian dari pohon menunjukkan adanya aspekaspek kehidupan yang satu sama lain saling berhubungan. Jika
dikaitkan dengan sejarah dapat disimpulkan bahwa manusia itu
hidup, terus bergerak dan tumbuh seiring perjalanan waktu dan
tempat manusia berada. Lebih luas dari itu, sejarah memang harus
dinamis, harus tumbuh dan hidup, berkembang dan bergerak
terus serta akan berjalan terus tiada henti sepanjang masa dan
memiliki dinamika yang menarik dari kehidupan manusia.
Ada sejumlah kata bahasa Arab yang mempunyai arti hampir
sama dengan kata “sejarah”, misalnya kata “silsilah” menunjukkan
pada keluarga atau nenek moyang, kata “riwayat” atau “hikayat”
dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, kata “kisah”
yang sifatnya sangat umum menunjukkan pada masa lampau,
justru yang lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang
benar-benar terjadi pada masa lampau adalah sejarah.
Sedangkan kata tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah
Islam, seperti tarikh nabi. Dalam bahasa-bahasa Nusantara ada
beberapa kata yang mengandung arti sejarah seperti “babad”
(bahasa Jawa), “tambo” (Minangkabau), “Tutui Teteek” (bahasa
Roti), Pustaka, Cerita, dan lain-lain.
Agar kita mendapat cakrawala berpikir yang lebih luas tentu
kita harus membandingkan dengan terjemahan yang berasal dari
bahasa lainnya. Sebagai contoh sejarah dalam bahasa Belanda ialah
“geschiedenis” (dari kata geschieden artinya terjadi), dalam bahasa
Inggris ialah history (berasal dari bahasa Yunani historia; apa yang
diketahui karena penyelidikan), jadi pengertian secara lebih spesifik
adalah segala macam peristiwa yang terjadi dalam masyarakat
manusia. Namun, pembatasan ini pun masih terasa luas sekali
meliputi seluruh kehidupan manusia. Sejumlah kata lainnya dari
bahasa-bahasa Eropa menunjukkan berbagai arti history), seperti
kronika (cronicle), keturunan (genealogy), tarikh, bahkan dalam bahasa
Indonesia juga dipakai kata historia sebagai padanan kata sejarah.
Para ahli sejarah (disebut juga Sejarawan) pun masih berbeda
pendapat mengenai definisi tadi. Namun, perbedaan di antara
mereka tak mencolok, tidak kontras satu sama lain. Ada benang
merah yang menghubungkan pendapat-pendapat mereka satu
sama lain. Berikut ini beberapa definisi sejarah menurut para ahli,
antara lain:
(a) Edward Hallet Carr: Sejarah adalah suatu proses interaksi
serba-terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada
padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa
sekarang dengan masa silam.
(b) Robert V. Daniels: Sejarah ialah kenangan pengalaman umat
manusia.
(c) J. Bank: Semua peristiwa masa lampau adalah sejarah
(sejarah sebagai kenyataan); sejarah dapat membantu
manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang
lampau, masa sekarang, dan masa akan datang.
(d) Taufik Abdullah: Sejarah harus diartikan sebagai tindakan
manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang
dilakukan di tempat tertentu.
(e) Muhammad Yamin: Sejarah ialah ilmu pengetahuan umum
yang berhubungan dengan cerita bertarikh, sebagai hasil
penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia
pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain.
(f) Mohammad Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah
menyatakan sejarah, yaitu:
(1) Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa
dalam kenyataan di sekitar kita.
(2) Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau
peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
(3) Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan
kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekita kita.
(g) W.J.S. Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia mengungkapkan sejarah, yaitu:
(1) Silsilah atau asal-usul.
(2) Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada
masa lampau.
(3) Ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian
atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
Dari penelusuran pengertian-pengertian di atas, dapat
disimpulkan bahwa sejarah dipergunakan, sebagai perkataan
sehari-hari dan sebagai ilmu pengetahuan. Jadi, bila kita
rumuskan kembali pengertian sejarah yang disaring dari
pengertian tadi maka sejarah, adalah ilmuyang mengkaji peristiwa
atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada
waktu yang lampau.
2. Ciri-Ciri Utama Sejarah
Mempelajari sejarah berarti membiasakan diri untuk berpikir
secara historis dan kritis. Cara berpikir sejarah berbeda dengan
cara berpikir ilmu pengetahuan alam yang saintis. Berpikir secara
historis tentu akan terus berhubungan dengan masa lampau,
sedangkan dalam berpikir saintis kita tak dituntut untuk
menengok masa lalu.
Kita bisa menulis, misalnya, sejarah hidup (biografi) Blaise
Pascal dalam sebuah buku. Dalam buku itu kita membahas
mengenai masa kecil Pascal, masa sekolah, kuliah, hingga ia
menemukan rumus fisikanya yang terkenal. Kita pun bisa
menghubungkan kehidupan pribadinya dengan keadaan zaman
yang dihadapinya, yaitu zaman pencerahan Eropa. Namun, kita
tak membahas masalah rumus dan praktik laboratoriumnya secara
detail. Pembahasan detail tentang teori-teori dan hukum-hukum
Pascal tentu akan dibahas pada ilmu sains (fisika), tidak dalam
ilmu sejarah.
Berikut ini adalah ciri-ciri umum dalam dunia sejarah, yaitu
bahwa:
(a) Peristiwa sejarah itu abadi, tetap dikenang oleh generasi
selanjutnya; misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan
Republik Indonesia.
Peristiwa sejarah itu unik, hanya terjadi satu kali seumur
hidup, tak pernah terulang secara persis untuk kedua kalinya;
Oleh karena itulah tidak akan pernah ada peristiwa sejarah
yang berulang. Setiap peristiwa akan berbeda dengan
peristiwa sebelumnya, mungkin saja peristiwanya sama tetapi
pelaku, waktu, dan tempatnya akan berbeda
(c) Peristiwa sejarah itu penting karena memiliki arti dan makna
terhadap kehidupan khalayak ramai dan memiliki pengaruh
besar dalam perjalanan manusia yang menjalaninya, misalnya
peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, walaupun
berlangsung singkat, namun dianggap sebagai peristiwa
bersejarah karena pengaruhnya yang besar terhadap
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Advertisement
Hubungi Saya Via WhatsApp







